Monday, April 28, 2014

Kumpulan Cerita Persiapan Pernikahan Saya

Persiapan pernikahan yang menyita waktu tenaga dan pikiran, mengaduk-aduk emosi, dari cemas, kuatir, kecewa, sampai akhirnya menemukan solusi..saya kumpulkan tulisannya di sini:

  1. Survei Salon (part 1)
  2. Survei Salon (part 2)
  3. Jilbab Pengantin Syar'i
  4. My (Surprising) Wedding Gown
  5. Hunting Baju Akad
  6. Finally Planed(!): Jahit Baju Akad Nikah 
  7. Another important: Undangan 
  8. Sister's help (1): Buku Hijab Syar'i for Wedding
  9. Sister's help (2): Jilbab Irna la Perle  
  10. Ngebolang ke Cipinang: Hunting Souvenir
  11. Seserahan 
  12. Mau Menikah: Seperti Apa Rasanya?
  13. Baju Akad Nikah
Semoga memberi inspirasi. Enjoy it ^_^

Baju untuk Seserahan



Saya tidak tahu pasti dari mana asal mula tradisi seserahan. Yang sering saya jumpai, dalam acara seserahan itu intinya keluarga CPP (calon pengantin pria) menyerahkan CPP untuk dinikahkan sesuai syariat. Nah, dalam acara itu CPP juga membawa serta barang-barang yang biasa disebut seserahan. Seserahan ini berupa barang semacam hadiah untuk Calon Pengantin Wanita (CPW). Isinya? Katanya prinsipnya semua yang biasa dipakai wanita atau yang melekat pada tubuh wanita.

Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai seserahan ini sih. Jika saya boleh memilih, tidak perlu terlalu banyak barang yang dibawa pada saat seserahan nanti. Kenapa? Bisa dibayangkan, saya dan mas cami kerja di Jakarta. Sedangkan seluruh acara dilaksanakan di Gombong. Kami berdua bersikeras mencari sendiri barang seserahan di Jakarta supaya sesuai selera saya dan sesuai kantong mas cami (baca: dompet hahaha) Kemudian, barang-barang seserahan itu kami bawa ke Gombong untuk dibungkus dan diserahkan pada saat acara seserahan. Nah, setelah acara selesai… kami membawanya ke Jakarta lagi. Hihi… sempat berpikir iseng, jika ada yang mau menyewakan barang untuk acara seserahan, tentu saya mau. Mau banget..

Untuk urusan barang seserahan saya tidak terlalu ambil pusing. Praktisnya, cari saja merk atau jenis barang yang biasa dipakai, terutama untuk tas, sepatu, dan baju karena faktor kenyamanan sangat penting. Jangan terlalu tergiur dengan label “seserahan” sehingga kita memilih barang mahal atau merk terkenal tetapi pada akhirnya tidak nyaman untuk dipakai karena tidak biasa. Sayang juga kan kalau barang seserahan yang sudah dibeli tidak bisa bermanfaat maksimal.

Saya juga mempertimbangkan jenis barang yang akan dimasukkan ke dalam seserahan. Ketika mas cami mengajukan item baju kerja, saya tidak punya bayangan mau beli di mana. Jujur saja, saya tidak biasa beli baju kerja dengan merk tertentu. Beda dengan tas dan sepatu, saya punya merk favorit yang saya pakai, itu pun bukan grade tertinggi ataupun harga termahal.

Nah ketika itu saya punya ide untuk membeli kain batik saja. Yes, I’m a batik lover. Dan, usul saya, beli sepasang saja supaya nanti bisa untuk membuat baju sarimbit (Ciyeee) karena kami belum punya baju couple (ceileehh). Mas cami langsung setuju dan mau sekalian dijahitkan saja. Kami berpikir untuk acara di rumah mas cami nanti mungkin perlu baju sarimbit karena acaranya tidak terlalu formal, hanya syukuran keluarga. 

Dan agenda berikutnya adalah hunting kain batik di Thamrim City. Hasilnya, kami dapat kain batik tulis kombinasi motif khas Cirebon warna hijau toska. Harga? Rp. 100.000 saja per potong. Nahh kalo baju buat mas cami sih udah cukup dengan sepotong kain seukuran 2 m lebar 1.1 m. Kalo untuk saya? Perlu kain tambahan dan mencari model ini itu hihihi…

Meluncur ke pasar Mayestik, saya dapat kain brokat (2 m x 1.15 m) dan kain katun hijau toska (2 m x 1.15 m) yang senada untuk kombinasinya. 



Modelnya? Saya membayangkan membuat dress panjang tanpa lengan dari kain batik. Trus, luarannya berupa kebaya lace off white dengan model belakang oval dilapis katun polos hijau toska. Kira-kira seperti ini:



Setelah dianter ke penjahit, idenya berubah. Outernya bukan berupa kebaya karena kesannya tua (ini komentar penjahitnya hehe). Sebagai gantinya, saya disodori model blazer kerah V, dengan rimpel di bawahnya. Katun hijau polos untuk melapisi tangan dan badan kecuali rimpel.
Hari ini, baju saya sudah jadi. Dan ini dia fotonya:








Cantik bukan? Batik dan lace yang mewakili unsur tradisional dikombinasikan dengan model blazer rimpel di bagian bawahnya yang sekilas mirip Korean style hihihi

Saturday, April 19, 2014

Ngebolang ke Cipinang: Hunting Souvenir


Hari sabtu long weekend ini saya dan mas cami ngebolang mencari souvenir. Selama ini yang saya tahu, tempat untuk cari souvenir pernikahan ada dua yaitu Pasar Asemka dan Pasar Jatinegara. Tapi rekan sekantor saya bilang, ada tempat yang lebih wow dari kedua pasar itu, letaknya di daerah Cipinang, tepatnya belakang LP. Nah, sayangnya rekan saya tidak menjelaskan secara rinci di mana tepatnya, karena dia juga belum pernah ke sana. Hahaha…

Berbekal blog walking, dan tanya arah ke sodara yang dari kecil tinggal di Jakarta, kami meluncur ke sana. 

Ini dia petunjuknya:
  1. Berangkat dari Jl. Dr. Satrio  - Jl. Kasablanka – Kampung Melayu – Pasar Gembrong (itu lho pasar yang menjual banyak karpet, boneka, dan mainan anak2 harga murah kualitas mewah)
  2. Sekitar 200 meter dari Pasar Gembrong ada jalan ke kiri. Ikuti jalan itu sampai ada pertigaan, lalu belok kiri.
  3. Jalan terus sampai hampir ketemu jalan raya depan LP Cipinang. Nah LP Cipinang ada di kiri jalan. Terus belok kiri aja nglewatin depan LP.
  4. Setelah LP persis ada jalan ke kiri, lewat jalan itu, kalo ketemu Indomaret di kiri jalan berarti bener.
  5. Terus sampai ada belokan ke kiri, setelah belok kiri dikit, ada tikungan ke kanan yang jalannya menurun (Jl. Cipinang Pulo). Nah di situ udah deket, tanya aja ke orang sekitar. Kalo udah di situ, lokasinya gampang dicari, tinggal tanya ke penduduk setempat lokasi mana yang jual souvenir, namanya Alfiandra Souvenir.
Memang bener yaaa…itu tempatnya kayak gudang. Jadi yang punya usaha, jualan di rumah yang sekaligus dijadikan gudang. Kami masuk ke gudang yang mungkin dulunya adalah garasi mobil. Pas pertama masuk udah amazing liat setumpuk souvenir yang menggunung dan sudah dipak rapi.

Kami jalan terus ngikutin orang-orang yang sepertinya tujuannya sama dengan kami hehe. Keliatan kalo yang ke sana tuh bride and groom to be. Akhirnya kami sampai juga ke ruangan yang lebih nyaman, semacam showroom. Banyak jenis souvenir dipajang di sini untuk contoh supaya gampang memilih.

Showroomnya rapi

Aneka Kipas

Ini dia beberapa poin yang bisa dilaporkan:
  1. Ruangan showroom ber-AC. Cukup nyaman jika dibandingkan dengan Pasar Asemka yang masya Alloh panasnya! Jadiii gak perlu lagi tuh yang namanya panas2an di Asemka (kalo pasar Jatinegara saya belum pernah).
  2. Pilih-pilih souvenir dulu setelah itu tanya ke petugasnya. Pengalaman saya kemarin, karena banyak calon pembeli yang datang, jadi ga ada petugas yang menyambut “Ada yang bisa dibantu kak? Cari souvenir apa?” Gak ada yang nawarin begituan, kitalah yang harus aktif bertanya. Meskipun begitu, pelayanannya ramah kok.
  3. Setelah pilih souvenir, tanyakan harga detailnya. Detil di sini maksudnya finishing (jika pilih souvenir gelas: doff atau tidak doff), sablon nama, kemasan. Harga bervariasi, ada yang sudah dengan kemasan, ada yang belum sablon nama, berbeda-beda untuk tiap jenis barang.
  4. Setelah itu tanyakan stok barangnya. Jika perlu pesan, tanyakan lamanya waktu pemesanan. DP untuk pemesanan sebesar 50%. Tanyakan juga siapa nama pelayannya, karena untuk mengecek progress pemesanan barang, lebih cepat dan mudah jika tahu pelayan yang memproses pesanan kita.
  5. Pembayaran bisa menggunakan debit Mandiri.
  6. Harga pas gak bisa ditawar tapi cukup kompetitif. Gak lebih mahal dibanding Pasar Asemka. Contohnya, penjepit memo  kayu bentuk pengantin kartun. Tahun 2013 saya tanya di Asemka harga 4500. Kemarin di Alfiandra saya tanya harga segitu juga.
  7. Disediain kopi dan air mineral GRATIS. Kalo kopi bikin sendiri disediain air panas&gula.
  8. Tidak menyediakan jasa pengiriman (sayang banget!)

Setelah pilih, bayar ke Pak Haji, pemiliknya

Oh ya, selain souvenir, saya juga nemu korsase bunga yang bisa dipakai untuk tanda petugas/panitia. Di Toko Maju - Pasar Mayestik, harganya 7500/pc. Tebak di sini berapa? 2500 saja per pc! 

Saya beli banyak!


Korases Bentuk Mawar


Tampak Belakang
Dan menurut saya sih desainnya lebih elegan yang di sini karena hanya terdiri dari satu warna. Less is more. Teteeep yaa…

Semoga bermanfaat ya. Thanks for reading

Thursday, April 17, 2014

Friday, April 11, 2014

Sister’s help (2): jilbab Irna la Perle



Beberapa waktu lalu, teman kantor saya menawarkan pinjaman baju nikah. Sewaktu dia menikah setahun lalu, dia membuat baju untuk akad nikah dan resepsinya. Model baju untuk akadnya berupa baju kurung off white, mirip kebaya tapi dengan lining (pelapis) full sampai bawah. Sedangkan model baju untuk resepsi berupa jubah dari kain brokat berlapis satin warna gold, dengan inner dress batik madura tanpa lengan. Ukuran tubuhnya relatif sama dengan saya. Jadi katanya, dia kepikiran meminjamkan untuk saya. Aduuh baik banget temen saya ini..
 



Naaah..karena saya sudah dibuatkan gamis untuk resepsi, dan sudah membuat gamis untuk akad, maka dengan berat hati, dan sangat terpaksa, tawaran pinjaman itu saya tolak, hiks. Padahal lumayan juga untuk menghemat budget. Belum rejeki mungkin hehe…

Pas ditanya, jilbab, saya bilang enggak bikin, karena takut mubadzir ga sesuai dengan model yang akan dibuat oleh Kibdy Ayu. Selain itu pikir saya, kalo baju kan susah cari yang sesuai keinginan, kalo jilbab kan akan dibuat customized dari lembaran-lembaran kain.

Naah kebetulan banget temen saya yang baik hati ini juga punya jilbab untuk nikahannya dulu. Saya dipinjamin jilbab sutera putih tulang, kerudung panjang yang transparan warna putih tulang, dan beberapa aplikasi alias hiasan benuansa putih tulang dan silver. Jilbab sutera dan kerudung panjangnya merk Irna la Perle, itu tu...perancang yang dipake sama Oki Setianadewi hihi. Alhamdulillah, warnanya pas banget dengan baju yang mau saya pakai.



Salah satu cara menghemat budget adalah dengan meminjam. Pintar-pintar mencari teman yang mempunyai baju, kebaya, jilbab, sandal, dan perlengkapan lainnya (bahkan kotak hantaran!). Percayalah, tidak akan ada yang mempermasalahkan jika kita memakai barang-barang pinjaman. Toh, baju dari salon pun itu pinjaman kan?

Thursday, April 10, 2014

Sister’s help (1): Buku Hijab Syar’i for Wedding


Alhamdulillah saya mulai merasakan manfaat menulis blog. Kakak angkatan saya semasa kuliah memberi tahu tentang buku Hijab Syar’i for Wedding, katanya pas lihat buku ini, dia ingat tulisan blog saya tentang jilbab pengantin syar’i. Okey, cekidot review bukunya…



Penerbit: Noura Books (PT Mizan Publika)
Penulis: Indadari Mindrayanti
Tebal: 76 halaman full colour
Harga: 44 ribu di Gramedia Kalibata Mall (saya cari di Gramedia Plaza Semanggi habis, kalo di OL shop ada yang jual sekitar 37 ribu)

Buku ini ditulis oleh Indadari Mindrayanti. Indadari sendiri terkenal sebagai icon hijab syar’i majalah Ummi. Penulis juga pemenang wanita inspiratif versi majalah Noor tahun 2012. Penulis aktif di Hijab Syar’i community dab sering diundang sebagai pembicara, keynote speaker, atau juri di berbagai acara talkshow, demo hijab, juga fashion show. Penulis makin dikenal setelah menjadi hijab stylist dari Fatin X Factor dengan nama Salon Jilbab.

Sewaktu beli buku ini di Gramedia Kalibata, saya tidak sempat meminta petugas untuk membuka sampel buku, waktu itu buru-buru. Jadi saya hanya membaca komentar yang ada di sampul bukunya.

“Kalau pengantinnya tetap syar’I, insya Allah cantiknya semakin terpancar” – Nina Septiani, Miss World Muslimah Beauty 2012

“Bahagia rasanya bisa memakai gaun pengantin Muslimah dengan hijab syar’i” – Nuri Maulida, artis

Nah kalo komentar-komentar ini ada di halaman pertama:

“Buku yang sangat menginspirasi untuk pengantin Muslimah, tampak cantik sesuai syariat Islam di hari bahagianya” – Yulia Rahman, artis

“Benar-benar kumpulan hijab yang tertata dengan baik dan tetap mengedepankan sisi syar’I yang berasal dari ketulusan hati” – Caisar YKS, artis
(ini kenapa si Caisar YKS ikut komentar yah ..hahaha)

“Alhamdulillah..bahagia rasanya bisa memakai gaun pengantin Muslimah dengan hijab syar’i. Kuncinya ada di buku ini” – Nuri Maulida, artis

“Alhamdulillah, dengan buku ini, sekarang menjadi ratu sehari tak perlu mengorbankan busana syar’I yang biasa digunakan sehari-hari. Kalau pengantinnya tetap syar’I, insya Allah cantiknya semakin terpancar” – Nina Septiani, Miss World Muslimah Beauty 2012

“Inspiratif dan bermanfaat. Ibarat rambut yang butuh salon hijab yang bikin style hijab kita jadi kreatif dan berbeda-beda. Apalagi ketika menikah, semua Muslimah pasti ingin berbeda dari biasanya tetapi tetap syar’I sesuai aturan agama” – Lyra Virna, artis

Saya penasaran, benar gak sih komentar mereka?



Di buku ini penulis memberikan 25 model hijab syar’i untuk pernikahan. Kebanyakan model hijab di sini menggunakan kain jaring bergliter dan menggunakan aplikasi bros logam atau aplikasi brokat. Di beberapa halaman, ada juga gambar yang memperlihatkan model secara utuh dari kepala sampai kaki menggunakan baju pengantin. Model baju pengantin yang digunakan di buku ini sepertinya bisa dicontek jika ingin membuat baju pengantin untuk dipadankan dengan jilbab pengantin syar’i.



Selain 25 model hijab, penulis juga memberikan beberapa artikel yang terkait dengan hijab syar’i. Penulis menyertakan artikel tentang kriteria hijab syar’I, di antaranya: aurat muka dan telapak tangan, jilbab dan baju longgar, menutup mata kaki, menutup dada, dan tidak transparan. Beberapa tips juga diberikan oleh penulis: tips percaya diri berjilbab, tips berhijab berdasarkan bentuk wajah, dan tips menyesuaikan kerudung dengan baju pengantin.

Buat saya, beberapa model hijab di buku ini masih terlalu lebay hehe. Mungkin perlu sedikit modifikasi untuk the big day saya nanti. Meskipun begitu, usaha Indadari untuk menyusun buku ini sepertinya patut dihargai karena belum banyak yang membahas model hijab syar’I untuk pernikahan.

Pembeli buku ini diberi bonus voucher senilai 1 juta. Awalnya saya big hope bisa dapat voucher sewa baju pengantin atau voucher perawatan di salon hahha. Ternyata bonus vouchernya seperti ini:
150.000 voucher discount untuk hijab class minimal 10 orang di Salon Jilbab, Cibubur
500.000 voucher khusus rias pengantin dan sewa kebaya  di Emil Mirza Make Up & Boutique, Pancoran (berlaku sampai Februari 2015)
100.000 voucher pemakaian studio di Lightbrush studio, Terogong, Jakarta Selatan (minimal pemakaian 3 jam, berlaku sampai 30 Desember 2014)
100.000 voucher belanja di Kara Store di Muse, FX Mall atau di Terogong, Jakarta Selatan
250.000 diskon Nawal Feresteh Bafaqeeh Wedding Make Up

Sepertinya bonus voucher ini gak akan saya pakai satupun, ada yang berminat? Kontak saya ya :)

Nilai: 7 dari 10

Cerita terkait:
Sister's help (2) : Jilbab Irna la Perle