Sunday, January 26, 2014

Jetlag Perjalanan Panjang


Istilah jetlag sering kita dengar untuk menggambarkan kesulitan beradaptasi di tempat baru. Jetlag berasal dari kata “jet” yang berarti pesawat dan “lag” yang berarti selisih. Kalau saya coba artikan, jetlag adalah kesulitan tubuh untuk beradaptasi dengan tempat baru karena perbedaan waktu dalam perjalanan panjang. Tubuh kita memiliki jam tubuh yang memberikan sinyal akan kebutuhan istirahat, makan, dan juga beberapa proses metabolisme tertentu. Jika kita melakukan perjalanan panjang dengan perbedaan waktu antara kota asal dan kota tujuan, tentu menyebabkan gangguan.

Contohnya saat perjalanan umroh saya kemarin. Perbedaan antara Jakarta – Singapura adalah 1 jam. Perbedaan waktu antara Jakarta – Riyadh/Jeddah adalah 4 jam. Mari kita buat simulasinya secara ringkas.

Kegiatan
Jam Tubuh / Jakarta (GMT +7)
Waktu Setempat
Berangkat
08.25 hari Minggu
---
Perjalanan udara
(1,5 jam)
---
Tiba di Singapura
10.00
11.00 / Singapura (GMT +8)
Berangkat dari Singapura
12.00
13.00
Perjalanan udara
(9 jam)

Tiba di Riyadh
21.00
17.00 / Saudi Arabia (GMT +3)
Berangkat dari Riyadh
22.00
18.00
Perjalanan udara
(1,5 jam)
(1,5 jam)
Tiba di Jeddah
23.30
19.30
Berangkat dari Jeddah
24.00
20.00
Perjalanan darat
(6 jam)
(6 jam)
Tiba di Madinah
06.00 hari Senin
02.00 hari Senin
Subuh di Madinah
10.00
06.00

Dari tabel itu bisa dilihat lebih detail. Jam tubuh adalah jam yang menunjukkan kondisi tubuh kita jika melakukan aktivitas di Indonesia (sebut saja Jakarta). Saat di Singapura, saya belum merasakan capek karena jam tubuh saya masih pukul 12.00 meskipun di sana sudah pukul 13.00. Nah…saat tiba di Riyadh, hampir semua jamaah, tak terkecuali saya, mulai mengantuk padahal di Riyadh masih pukul 17.00  atau saat senja mulai tampak. Jam tubuh kami saat itu adalah pukul 21.00 wajar saja jika kami merasa mengantuk di Riyadh meskipun baru pukul 17.00. 



Puncaknya adalah ketika kami dalam perjalanan Jeddah – Madinah. Jam tubuh kami saat itu adalah pukul 24.00 – 04.00. Bayangkan, kami makan nasi box untuk mengisi perut pukul 24.00 saat biasanya sudah terlelap. Selama perjalanan itu semua jamaah tertidur pulas.. Tapiii saat kami shalat subuh di masjid Nabawi, rasa kantuk itu mulai hilang meskipun hanya tidur sebentar saja. Tentu saja, karena jam tubuh kami sudah menunjukkan pukul 10.00 hehehe

Jetlag seperti ini tidak berlangsung lama. Pengalaman saya sih, setelah bermalam di tempat tujuan, tubuh bisa menyesuaikan dengan jam di tempat.

No comments:

Post a Comment