Friday, May 2, 2014

Unforgettable Moment



Sebelum saya diterima mejadi PNS, saya sempat mengajar di sebuah bimbingan belajar di Purwokerto. Saya mengajar matematika untuk SMP kelas 2 dan SMA kelas 2. Maklum saja, masa-masa menjadi jobseeker memang mengalahkan segala ketakutan dan rasa grogi ketika mencoba hal baru. Di bimbel tempat saya bekerja, jika pengajar tidak disukai oleh siswa, maka berdasarkan kebijakan bimbel, pengajar tersebut tidak diperpanjang masa kerjanya. Yang menentukan umur kita bekerja di bimbel adalah siswa.

Menghadapi siswa kritis di Purwokerto ternyata jauh dari bayangan saya yang menghabiskan masa SD sampai SMA di kota kecil. Siswa saya rata-rata aktif. Aktifnya bisa berarti dua hal, bersemangat belajar atau mencari pengalihan karena kurang suka dengan mapel yang saya ajarkan yang kata sebagian orang menjadi momok yang menyeramkan.

Ada beberapa cerita lucu selama tiga bulan saya mengajar di sana. Ada siswa yang memamerkan kepiawaiannya bermain sulap dan saya diminta menjadi volunteer untuk diuji coba hehe. Ada juga siswa yang sering cerita mengenai BBF, dan itu artinya saya harus mengupdate kamus gaul saya mengenai nama-nama artis Korea hihi. Juga tak ketinggalan ada siswa yang sering meledek saya jika diantar jemput oleh teman cowok ketika datang mengajar.

Perpisahan dengan siswa-siswa yang terkesan mendadak  menjadi awal perkerjaan saya sekarang ini. Saya dipanggil untuk bekerja lebih cepat dari yang saya duga. Dan saya masih ingat betul beratnya perpisahan dengan anak-anak yang memiliki mata yang haus akan ilmu itu. 
Saya suka sekali melihatnya. Ada kepuasan manakala bisa menghapus dahaga mereka karena keingintahuannya. Dan, masih saja. menjadi guru adalah impian terbesar saya.

Untuk para pengajar: Selamat Hari Pendidikan Nasional.

No comments:

Post a Comment