Monday, October 21, 2013

Sedikit rahasia



Mengikuti proses seleksi CPNS yang diikuti adik saya membuat saya ikut deg-degan dan ikut berharap-harap cemas apalagi dia sudah lolos tahap tes kemampuan dasar dan lanjut ke tahap psikotes dan wawancara.

Sebenarnya wawancara bertujuan untuk mendapatkan kandidat terbaik, bukan yang paling jenius, tetapi yang paling siap untuk berkomitmen terhadap organisasi, yang berintegritas, dan yang paling penting adalah jujur.

Seleksi karyawan pada umumnya dilakukan berbasis karakter baru kemudian skill. Filosofinya, orang yang tidak bisa mencangkul, jika diajari nantinya akan mampu. Berbeda dengan karakter. Orang yang tidak jujur, meskipun seumur hidup diajari untuk jujur belum tentu bisa. Orang yang malas, sangat susah untuk diajari menjadi rajin. Karena itulah merekrut orang yang berkarakter lebih utama daripada merekrut orang yang pintar. Nah, gambaran karakter ini diperoleh melalui psikotes.

Biasanya hasil psikotes menjadi rujukan ketika dilakukan wawancara. Hasil psikotes yang belum jelas akan diklarifikasi kepada peserta tes apakah karakter kita sesuai dengan hasil psikotes.

Selain hasil psikotes, pada saat wawancara juga sering ditanyakan isian data diri ketika mengisi formulir. Jika seleksi terdiri dari banyak tahap, kadang hampir setiap tahapan kita diminta mengisi informasi umum terkait data diri. Jika demikian, kita harus konsisten mengisinya. Ingat-ingat betul apa yang kita isikan sehingga jika diminta mengisi berulang kali, jawaban kita akan konsisten.

Pada akhir wawancara, biasanya pewawancara akan mengajukan pertanyaan yang memojokkan karena dengan cara itu pewawancara bisa menggali lebih banyak tentang karakter kita.

Selamat berjuang!

*disarikan dari informasi internal terkait perekrutan pegawai tahun 2010 di tempat saya bekerja, feel free for asking

No comments:

Post a Comment