Showing posts with label persiapan pernikahan. Show all posts
Showing posts with label persiapan pernikahan. Show all posts

Wednesday, July 16, 2014

My Wedding Song

Sejak pertama merencanakan acara pernikahan, suami saya berpesan untuk tidak memperdengarkan lagu dangdut. Fortunately, saya juga punya prinsip seperti itu. Hiburan hemat bisa diakali dengan memutar lagu favorit untuk acara pernikahan. Saya mendapat ide ini ketika menghadiri pernikahan teman di Jakarta. Saat itu saya terinspirasi untuk mencontek. Percayalah, sebagus apapun penyanyi yang kita sewa, sepertinya bukan menjadi pusat perhatian utama. Dan jangan menyewa penyanyi terkenal juga, supaya kita tetap jadi pusat perhatian.

Sebelumnya saya memang sudah sepakat untuk tidak menggunakan acara acat, sehingga untuk lagu pengiring saat saya dan suami beserta keluarga memasuki gedung resepsi dan memasuki pelaminan saya memakai A thousand years versi piano&cello. Daan ini dia para artis yang turut memeriahkan acara saya meskipun tidak live performance alias hanya memutar mp3 hehe...


  1. A thousand year - Christina Perry feat Steve Kaze
  2. We could be in love -  KC Conception feat Christian Bautista
  3. A whole new world - Dave Koz & Donna Summer
  4. Mabrouk (english malay version) - irfan makki
  5. Barakallah - Maher Zain
  6. Cinta Silver-Glenn Fredly
  7. Just for You (dinda feat. abdul & the coffee theory)
  8. Janji Suci - yovie & nuno
  9. Sampai Nanti - kahitna
  10. Beauty Is You - abdul & the coffe theory
  11. Menikahimu - kahitna
  12. Ku cinta kau lebih dari kemarin - abdul & the coffee theory
  13. Tak ada yang bisa - Andra n the backbone
  14. untukkku -  Kahitna
  15. Aku Suka Caramu - abdul & the coffee theory
  16. Tetaplah Di Hatiku-Bunga Citra Lestari & Christian Bautista
  17. Amazing You - Abdul & The Coffee Theory
  18. Cerita Cinta - Kahitna
  19. Happy Ending - Abdul & The Coffee Theory
  20. When You Tell Me That You Love Me - diana ross
  21. Finally Found Someone - bryan adams&barbara straind
  22. Frozen In Time - James Gollins
  23. Marry Me - Train
Saya memilih lagu itu berdasarkan isi lagu (penting banget). Selain nyontek daftar lagu teman, inspirasinya saya dapat dari googling, blogwalking, atau bahkan ketika mendengarkan radio di sela perjalanan dinas saya di Surabaya. Filenya? Saya cari download-an gratiss hehe... Feel free for asking, I'll send you the song :)

Friday, July 4, 2014

Pangkas Budget Pernikahan

Menyelenggarakan acara pernikahan sebenarnya tidak ada pakemnya. Sah atau tidaknya sebuah pernikahan bagi saya hanya ditentukan oleh aturan agama, yaitu ijab qabul. Tapi pada kenyataannya kita tidak bisa sama sekali menghilangkan acara pernikahan, minimal walimatul ursy (syukuran).

Bagaimana acara pernikahan yang ideal (baca: resepsi) sebenarna tergantung standar dan prinsip masing-masing. Ada yang perfeksionis ingin semuanya sempurna seperti mainstream, mengikuti acara yang seperti biasanya. Ada juga yang punya aliran sendiri. Saya sendiri termasuk orang yang tidak terlalu terpaku pada mainstream/pakem yang dipakai. Jadi saya menghemat budget acara pernikahan dengan cara ini:

1. Acara Adat
Disadari atau tidak, menggunakan acara adat menambah biaya jasa rias pengantin. Saya sendiri tidak terlalu suka untuk menggunakan rangkaian acara acat karena gak match sama sekali dengan baju yang saya pakai. Untuk hal ini, setidaknya saya menghemat biaya Cucuk Lampah.



2. Seragam Panitia
Jika kita tidak menggunakan jasa Wedding Organizer atau Event Organizer profesional, pasti tetap memerlukan bantuan dari keluarga, tetangga, dan teman dekat untuk membantu kelancaran acara. Jika demikian, acara resepsi pernikahan yang mewah dan meriah biasanya langsung terlihat dari baju seragam yang dipakai panitia. FYI, membelikan baju seragam untuk panitia menguras dompet dan juga energi untuk berburu kain murah di tempat-tempat hot macam pasar Mayestik. Solusinya, saya membeli korsase untuk tanda panitia.

3. Souvenir 
Entah siapa yang mulai merintis untuk memberikan souvenir pada acara pernikahan. Sebenarnya fungsi souvenir ini adalah sebagai ucapan terima kasih atas kehadiran tamu. Dan satu lagi, jika ada tamu yang tidak bisa hadir dan menitipkan kado kepada rekannya, souvenir ini berfungsi sebagai bukti bahwa titipannya sudah disampaikan. Nah, saya menghemat souvenir dengan mencari tempat yang menjual souvenir dengan harga murah. Tidak perlu mahal, yang penting berkelas. Asal kita telaten mencari, pasti ada.


4. Hiburan
Sejak pertama merencanakan acara pernikahan, suami saya berpesan untuk tidak memperdengarkan lagu dangdut. Fortunately, saya juga punya prinsip seperti itu. Hiburan hemat bisa diakali dengan memutar lagu favorit untuk acara pernikahan. Saya mendapat ide ini ketika menghadiri pernikahan teman di Jakarta. Saat itu saya terinspirasi untuk mencontek. Percayalah, sebagus apapun penyanyi yang kita sewa, sepertinya bukan menjadi pusat perhatian utama. Dan jangan menyewa penyanyi terkenal juga, supaya kita tetap jadi pusat perhatian.

5. Katering
Salah satu komponen biaya acara pernikahan adalah konsumsi. Karena alasan praktis, kebanyakan orang memakai jasa katering. Untuk menyiasati budget, hitung dengan tepat berapa tamu yang hadir. Jika perlu, prediksikan berapa yang pasti datang, yang kira-kira datang, yang pasti tidak datang. Hal ini sangat membantu untuk menghitung berapa porsi makanan yang dipesan. Untuk mempermudah, kita bisa menghitung menggunakan Microsoft Excel.

6. Vendor Alternatif
Jangan terpaku pada vendor yang disediakan sepaket dari WO. Saya mencari penyewaan sound system dari luar WO dan mendapatkan harga setengahnya. Dan, menurut mas Didit dari Kibdy Ayu, kualitasnya jauh lebih bagus dari sound system rekanannya. Malah, mas Didit mau ajak kerja sama untuk acara yang berlokasi di Gombong.

7. Pinjam Teman
Baju pengantin yang biasanya dibuat khusus bisa juga dipinjam dari teman. Saya sendiri mendapat pinjaman jilbab dan aksesorisnya. Dan, banyak yang bilang bagus!! Tidak hanya baju, kotak hantaran untuk acara seserahan pun sebenarnya bisa dipinjam dari teman, asal kondisinya masih bagus. Percayalah, tidak akan ada yang ngeh kalo itu barang pinjaman selain kita dan pemilik barangnya.

Sunday, May 11, 2014

Mau Menikah: Seperti Apa Rasanya?


Menjelang acara pernikahan, tak jarang orang-orang sekitar saya bertanya, gimana rasanya mau jadi manten? Deg-degan ga? Hmm…let’s talk about that.

Pertama kali ada yang mengajak menikah, tentu kaget. Yups karena memang rejeki (harta, kemudahan, dan jodoh) tak pernah bisa diduga. Apalagi memang waktu itu saya sedang tidak terlalu memikirkan ke arah sana. Saya sedang mencari kesibukan kursus persiapan IELTS, supaya kegalauan tidak bertambah parah.

Perasaan setelah itu adalah senang. Siapa sih yang ga senang kalo mau menikah? Kecuali orang yang tidak dengan ikhlas menerima pasangannya. Bosan juga kan selama ini menyandang status anak kosan yang ke mana-mana selalu sendiri atau bergerombol bersama geng cewek teman satu kos. Juga ketika sakit dan tidak ada satu pun orang lain yang tahu. Apa iya mau seperti itu terus? Alhamdulillah, saya harus bersyukur punya teman-teman kos yang baik hati dan perhatian.

Lalu giliran berikutnya adalah…merasa berat. Yaa…segera setelah menentukan tanggal pernikahan tentu ada perasaan berat untuk meninggalkan kebiasaan dan rutinitas yang sudah dijalani selama beberapa tahun ini. Tempat tinggal yang dekat dari kantor dan fasilitas umum lainnya dalam hitungan bulan akan berganti dengan tempat tinggal di pinggiran Jakarta. Waktu jalan bersama teman dan me-time saat bersantai tentu akan berganti dengan aktivitas layaknya sebuah keluarga.

Selanjutnya…sedih. Kok? Sedihnya kenapa? Saya pernah tiba-tiba merasa sedih selepas shalat. Entah kenapa perasaan sedih itu muncul. Perasaan sedih karena memiliki status sebagai istri berarti memiliki kewajiban yang berbeda dengan status sebagai anak. Sedih karena merasa belum bisa memberi banyak pada orang tua, padahal  sebentar lagi akan menjadi hak suami, tinggal menghitung waktu mundur. Saat ijab qabul diucapkan nanti, saat itulah tanggung jawab orang tua terhadap kita berpindah kepada suami. Dan otomatis, kewajiban kita pun lebih berat kepada suami.

Ada perasaan berat karena artinya tidak boleh lagi menceritakan semua permasalahan yang dihadapi kepada orang tua (ibu) seperti yang biasa dilakukan. Selain itu, sebagai istri tentu harus menuruti perkataan suaminya karena ridho-Nya telah berpindah dari orang tua ke suami. Ada juga perasaan takut. Takut menghadapi kehidupan yang akan dijalani nanti. Takut tidak bisa menjalani peran dengan baik sebagai istri dan, insya Allah, sebagai ibu nantinya.

Terlepas dari itu semua, saya mencoba memahaminya dari sisi lain. Mungkin kita hanya melihatnya dari sisi orang tua yang merasa ditinggalkan oleh anak perempuannya yang akan menikah. Tetapi, bentuk kehilangan itu harus dipahami dari sisi yang pergi. Anak perempuan yang akan menikah berarti menjalani kehidupan baru, yang selama ini diidamkan dan ditunggu saatnya oleh orang tua.

Ada rasa sedih memang. Tapi saya juga bahagia karena akhirnya bisa memberikan kebahagiaan yang sebenar-benarnya untuk orang tua saya. Aamiin. Insya Alloh.

Saturday, May 10, 2014

My White Dress


Disclaimer: cerita ini merupakan kelanjutan dari cerita sebelumnya, Finally Planned: Baju Akad Nikah

Akhirnyaa..setelah menunggu cukup lama dengan kesabaran dan usaha ekstra, jadi juga baju akad nikah saya. Sebelum saya kasih teaser baju akad nikah, saya mau cerita tentang perjuangan saya menunggu hingga baju saya selesai dikerjakan.

Sabtu, 5 April 2014
Seperti yang telah disebutkan di nota, baju saya ditulis jadi tanggal 3 April 2014. Sebelumnya, sewaktu memesan, Bang Izzi (si penjahat, eh penjahit, hehe) memang menyatakan lama pengerjaan 2 minggu. Jadi dengan penuh percaya diri saya ngajak mas cami ke Mayestik untuk menemani ambil bajunya. Pas udah sampai sana, saya ketemu Bang Izzi. Dan ternyata saudara-saudara…kain yang saya serahkan 2 minggu lalu masih belum diapa2kan. Dengan polosnya si abang ini bilang…

“Oh mau dijadiin aja?”
“Iya bang, kan kemarin katanya lama pengerjaan 2 minggu. Di sini juga tulisannya selsai 3 April jadi saya ke sini tanggal 5 lho”
“Iya tadinya mau dibikin kalo udah dekat harinya aja takutnya nanti badannya jadi berubah gitu”
“Kalo saya sih selama ini belum pernah berubah drastis berat badannya, ada juga tambah kurus. Kalo tambah gemuk jarang banget, apalagi ngurusin beginian kayanya tambah kurus.”
“Jadi mau dijadiin aja?” (Gubrakkk masih nanya begini)
“Iya bang dijadiin aja”
“Kita bikin dulu ya, nanti di fitting dulu kalo udah oke nanti diselesaikan aplikasi segala macem. Coba nanti sekitar tanggal 15an lah.”
“Ya udah hari sabtu aja ya bang.”
“Iya.”

Kami pulang dengan perasaan agak kesal. Kenapa si abang Izzi menuliskan pesanan jadi tanggal 3 April di nota tanpa menceritakan proses fitting. Sabaarrr

Sabtu, 18 April
Dengan semangat 45 saya datang lagi ke sana. Saya lihat baju putih dipasang di manekin. Itu pasti punya saya.



Setelah ketemu bang Izzi, saya fitting baju pertama. Ini dia hasilnya:



Masih keliatan biasa banget dan membuat badan saya jadi gemuk. Dan lagi, saya agak kuatir, kalo motif lace-nya hanya sedikit yang keliatan karena badan saya kan kecil. Tapi bang Izzi bilang nanti ditutup motif lace lagi kalo ada sisa. Hmm..jadi agak nyesel juga kenapa ga beli brokat prada yang tebal dan full motif.
Setelah fitting selesai, kami ngobrol tentang pas atau tidaknya baju itu di badan saya. Sepertinya lengannya terlalu sempit. Jadi saya minta dilonggarkan lagi supaya agak bebas bergerak. Dasar aneh ya, mau jadi pengantin atau mau akrobat hahaha.

Dari fitting ini, untuk badan tidak ada masalah. Jadi bang Izzi bilang langsung diselesaikan saja. Dia bilang satu minggu bisa selesai. Alhamdulillah bisa cepat, pikir saya.

Sabtu, 26 April 2014
Saya dan mas cami ke Mayestik lagi. Thanks him, for being patience in accompanying me. Hihi… Masnya masih sabar nemenin.

Pas sampai depan tokonya, alangkah terkejutnya saya liat baju saya lagi dikerjakan oleh pegawainya. Pegawainya sedang memasang aplikasi lace untuk bagian pinggang dan leher. Daan yang bikin saya makin kesel, kata pegawainya bang Izzi ga ke toko. Huaaa…pengen marah. Baju belum jadi, dan orangnya melarikan diri. Huh…

Tapi saya kasian sama pegawainya yang ga tau apa-apa dan ga menjanjikan apapun pada saya. Akhirnya saya amati baju saya sedang dikerjakan. Pegawainya menawarkan saya untuk fitting lagi. Kali ini ga ada fotonya karena agak emosi hihi.

Pas liat kondisi baju saya saat itu, malah jadi dapat ide. Waktu itu obi di pinggang belum dipasang, masih lagi pasang aplikasi lace di pinggul. Tapi saya udah kagum sama hasilnya yang keliatan elegan banget dibandingkan waktu fitting pertama. Sayang banget kalo aplikasi yang cantik itu harus ditutup dengan obi seperti rancangan awal.

Gak berapa lama, bang Izzi datang. Saya langsung tanya, gimana kalo ga pake obi aja? Katanya, memang lebih bagus kalo ga pakai obi. Akhirnya kami sepakat untuk mengubah model. Selain itu, saya juga mengulangi detil yang lain, bagian mana saja yang diberi payet dan juga hiasan pita.

Pas saya tanya, kapan selesainya? Katanya seminggu lagi. Bang Izzi juga minta tambahan DP untuk beli payet. Ya sudah lah, saya kasih 300 ribu lagi.

Sabtu, 3 Mei
Ke Mayestik lagiiii. Dan memang kesabaran mas cami teruji di sini, hihi.

Saya tidak mau kecewa lagi karena membuang waktu padahal baju belum jadi. Sebelum saya ke Mayestik, bang Izzi sudah saya sms dan katanya “udah selesai, ditunggu ya”. Tapiii apa gerangan?

Saya ke sana jam 11an dan bang Izzi belum datangkata pegawainya. Payet di pinggang, pergelangan tangan, dan leher sudah dipasang. Tetapi pas lihat bagian belakang, pinggangnya polos tanpa payet. Alamaak..bagaimana kalo begini. Katanya payet dipasang sebentar bisa ditunggu hingga selesai. Trus saya tanyakan juga perihal hiasan pita di pundak. Pegawainya ini benar-benar ga tau hiasan seperti apa yang saya maksud. Huaaa…pengen marah tapi ga bisa.

Mas cami menenangkan saya yang emosi. Daripada ditunggu tapi hasilnya ga rapi, lebih baik ditinggal saja dan nanti diambil saat udah selesai. Pas cari tanggal kapan mau ke Mayestik lagi, bingung juga. Karena minggu depan saya baru pulang dari Surabaya dan minggu depannya lagi saya pulang ke rumah. Saya langsung tegaskan aja, hari senin saya balik lagi sepulang dari kantor. Saya ga mau ambil resiko kalo saya ambil minggu depan ternyata belum selesai juga. Saya juga sms bang Izzi supaya diselesaikan senin.

Senin, 5 Mei
Jam 3.30 sore bang Izzi sms saya katanya belum selesai karena tukang payetnya anaknya sakit.

“Maaf Rizka, bajunya belum bisa diambil karena tukang payetnya anaknya sakit. Nanti kalo udah selesai, saya kabari”
“Iya bang, tapi sudah selesai semua dengan pita juga kan? Kira-kira kapan selesainya?” (saya gak minta selesai cepat, selalu menyerahkan waktunya ke bang Izzi yang mengerjakan)
“Okeee”
“Kapan selesainya ya bang? Jangan lama2 ya bang soalnya mau dibawa ke rumah utk test make up.”
“Iya nanti dikabari kalo udah selesai”

Gondok tingkat dewa. Benar ibu saya bilang ada perumpamaan “seperti janji penjahit” hahaha

Sabtu, 10 Mei
Sehari setelah pulang dari Surabaya, saya ke Mayestik. Kali ini sendiri karena mas cami masih dinas di Ambon. Saya gak berharap banyak, meskipun di smsnya bang Izzi bilang sudah selesai semua.

Pas liat baju putih di manekin, saya agak tenang. Itu dia baju saya. Pitanya juga sudah ada. Saya fitting lagi terakhir kali sebelum membereskan urusan dengan Uda yang satu ini. Alhamdulillah tidak ada masalah. Hanya bajunya memang agak kotor, berwarna kekuningan terutama di bagian bahu jelas sekali. Maklumlah sudah berapa kali baju itu diproses ke sana kemari sampai akhirnya selesai.

Fiuhhh.. akhirnyaaa perjuangan panjang selesai juga dengan dihantarkannya baju itu ke Londre untuk di-dryclean dengan tarif sebesar 78 ribu rupiah, sodara-sodara.

Hasil pengerjaan saya akui memang bagus, nilai 8 skala 10 (karena dari desain awal masih ada yang kurang: kancing variasi di bagian resleting). Tapi yang saya ga tahan adalah janjinya yang seringkali ngaret.

Ini dia fotonya dari beberapa angle:


Tampak Belakang


Detil payet mutiara nya suka bangeet :)

Aksen payet tabur di dada

Aksen payet tabur di dada


Monday, April 28, 2014

Kumpulan Cerita Persiapan Pernikahan Saya

Persiapan pernikahan yang menyita waktu tenaga dan pikiran, mengaduk-aduk emosi, dari cemas, kuatir, kecewa, sampai akhirnya menemukan solusi..saya kumpulkan tulisannya di sini:

  1. Survei Salon (part 1)
  2. Survei Salon (part 2)
  3. Jilbab Pengantin Syar'i
  4. My (Surprising) Wedding Gown
  5. Hunting Baju Akad
  6. Finally Planed(!): Jahit Baju Akad Nikah 
  7. Another important: Undangan 
  8. Sister's help (1): Buku Hijab Syar'i for Wedding
  9. Sister's help (2): Jilbab Irna la Perle  
  10. Ngebolang ke Cipinang: Hunting Souvenir
  11. Seserahan 
  12. Mau Menikah: Seperti Apa Rasanya?
  13. Baju Akad Nikah
Semoga memberi inspirasi. Enjoy it ^_^

Baju untuk Seserahan



Saya tidak tahu pasti dari mana asal mula tradisi seserahan. Yang sering saya jumpai, dalam acara seserahan itu intinya keluarga CPP (calon pengantin pria) menyerahkan CPP untuk dinikahkan sesuai syariat. Nah, dalam acara itu CPP juga membawa serta barang-barang yang biasa disebut seserahan. Seserahan ini berupa barang semacam hadiah untuk Calon Pengantin Wanita (CPW). Isinya? Katanya prinsipnya semua yang biasa dipakai wanita atau yang melekat pada tubuh wanita.

Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai seserahan ini sih. Jika saya boleh memilih, tidak perlu terlalu banyak barang yang dibawa pada saat seserahan nanti. Kenapa? Bisa dibayangkan, saya dan mas cami kerja di Jakarta. Sedangkan seluruh acara dilaksanakan di Gombong. Kami berdua bersikeras mencari sendiri barang seserahan di Jakarta supaya sesuai selera saya dan sesuai kantong mas cami (baca: dompet hahaha) Kemudian, barang-barang seserahan itu kami bawa ke Gombong untuk dibungkus dan diserahkan pada saat acara seserahan. Nah, setelah acara selesai… kami membawanya ke Jakarta lagi. Hihi… sempat berpikir iseng, jika ada yang mau menyewakan barang untuk acara seserahan, tentu saya mau. Mau banget..

Untuk urusan barang seserahan saya tidak terlalu ambil pusing. Praktisnya, cari saja merk atau jenis barang yang biasa dipakai, terutama untuk tas, sepatu, dan baju karena faktor kenyamanan sangat penting. Jangan terlalu tergiur dengan label “seserahan” sehingga kita memilih barang mahal atau merk terkenal tetapi pada akhirnya tidak nyaman untuk dipakai karena tidak biasa. Sayang juga kan kalau barang seserahan yang sudah dibeli tidak bisa bermanfaat maksimal.

Saya juga mempertimbangkan jenis barang yang akan dimasukkan ke dalam seserahan. Ketika mas cami mengajukan item baju kerja, saya tidak punya bayangan mau beli di mana. Jujur saja, saya tidak biasa beli baju kerja dengan merk tertentu. Beda dengan tas dan sepatu, saya punya merk favorit yang saya pakai, itu pun bukan grade tertinggi ataupun harga termahal.

Nah ketika itu saya punya ide untuk membeli kain batik saja. Yes, I’m a batik lover. Dan, usul saya, beli sepasang saja supaya nanti bisa untuk membuat baju sarimbit (Ciyeee) karena kami belum punya baju couple (ceileehh). Mas cami langsung setuju dan mau sekalian dijahitkan saja. Kami berpikir untuk acara di rumah mas cami nanti mungkin perlu baju sarimbit karena acaranya tidak terlalu formal, hanya syukuran keluarga. 

Dan agenda berikutnya adalah hunting kain batik di Thamrim City. Hasilnya, kami dapat kain batik tulis kombinasi motif khas Cirebon warna hijau toska. Harga? Rp. 100.000 saja per potong. Nahh kalo baju buat mas cami sih udah cukup dengan sepotong kain seukuran 2 m lebar 1.1 m. Kalo untuk saya? Perlu kain tambahan dan mencari model ini itu hihihi…

Meluncur ke pasar Mayestik, saya dapat kain brokat (2 m x 1.15 m) dan kain katun hijau toska (2 m x 1.15 m) yang senada untuk kombinasinya. 



Modelnya? Saya membayangkan membuat dress panjang tanpa lengan dari kain batik. Trus, luarannya berupa kebaya lace off white dengan model belakang oval dilapis katun polos hijau toska. Kira-kira seperti ini:



Setelah dianter ke penjahit, idenya berubah. Outernya bukan berupa kebaya karena kesannya tua (ini komentar penjahitnya hehe). Sebagai gantinya, saya disodori model blazer kerah V, dengan rimpel di bawahnya. Katun hijau polos untuk melapisi tangan dan badan kecuali rimpel.
Hari ini, baju saya sudah jadi. Dan ini dia fotonya:








Cantik bukan? Batik dan lace yang mewakili unsur tradisional dikombinasikan dengan model blazer rimpel di bagian bawahnya yang sekilas mirip Korean style hihihi

Saturday, April 19, 2014

Ngebolang ke Cipinang: Hunting Souvenir


Hari sabtu long weekend ini saya dan mas cami ngebolang mencari souvenir. Selama ini yang saya tahu, tempat untuk cari souvenir pernikahan ada dua yaitu Pasar Asemka dan Pasar Jatinegara. Tapi rekan sekantor saya bilang, ada tempat yang lebih wow dari kedua pasar itu, letaknya di daerah Cipinang, tepatnya belakang LP. Nah, sayangnya rekan saya tidak menjelaskan secara rinci di mana tepatnya, karena dia juga belum pernah ke sana. Hahaha…

Berbekal blog walking, dan tanya arah ke sodara yang dari kecil tinggal di Jakarta, kami meluncur ke sana. 

Ini dia petunjuknya:
  1. Berangkat dari Jl. Dr. Satrio  - Jl. Kasablanka – Kampung Melayu – Pasar Gembrong (itu lho pasar yang menjual banyak karpet, boneka, dan mainan anak2 harga murah kualitas mewah)
  2. Sekitar 200 meter dari Pasar Gembrong ada jalan ke kiri. Ikuti jalan itu sampai ada pertigaan, lalu belok kiri.
  3. Jalan terus sampai hampir ketemu jalan raya depan LP Cipinang. Nah LP Cipinang ada di kiri jalan. Terus belok kiri aja nglewatin depan LP.
  4. Setelah LP persis ada jalan ke kiri, lewat jalan itu, kalo ketemu Indomaret di kiri jalan berarti bener.
  5. Terus sampai ada belokan ke kiri, setelah belok kiri dikit, ada tikungan ke kanan yang jalannya menurun (Jl. Cipinang Pulo). Nah di situ udah deket, tanya aja ke orang sekitar. Kalo udah di situ, lokasinya gampang dicari, tinggal tanya ke penduduk setempat lokasi mana yang jual souvenir, namanya Alfiandra Souvenir.
Memang bener yaaa…itu tempatnya kayak gudang. Jadi yang punya usaha, jualan di rumah yang sekaligus dijadikan gudang. Kami masuk ke gudang yang mungkin dulunya adalah garasi mobil. Pas pertama masuk udah amazing liat setumpuk souvenir yang menggunung dan sudah dipak rapi.

Kami jalan terus ngikutin orang-orang yang sepertinya tujuannya sama dengan kami hehe. Keliatan kalo yang ke sana tuh bride and groom to be. Akhirnya kami sampai juga ke ruangan yang lebih nyaman, semacam showroom. Banyak jenis souvenir dipajang di sini untuk contoh supaya gampang memilih.

Showroomnya rapi

Aneka Kipas

Ini dia beberapa poin yang bisa dilaporkan:
  1. Ruangan showroom ber-AC. Cukup nyaman jika dibandingkan dengan Pasar Asemka yang masya Alloh panasnya! Jadiii gak perlu lagi tuh yang namanya panas2an di Asemka (kalo pasar Jatinegara saya belum pernah).
  2. Pilih-pilih souvenir dulu setelah itu tanya ke petugasnya. Pengalaman saya kemarin, karena banyak calon pembeli yang datang, jadi ga ada petugas yang menyambut “Ada yang bisa dibantu kak? Cari souvenir apa?” Gak ada yang nawarin begituan, kitalah yang harus aktif bertanya. Meskipun begitu, pelayanannya ramah kok.
  3. Setelah pilih souvenir, tanyakan harga detailnya. Detil di sini maksudnya finishing (jika pilih souvenir gelas: doff atau tidak doff), sablon nama, kemasan. Harga bervariasi, ada yang sudah dengan kemasan, ada yang belum sablon nama, berbeda-beda untuk tiap jenis barang.
  4. Setelah itu tanyakan stok barangnya. Jika perlu pesan, tanyakan lamanya waktu pemesanan. DP untuk pemesanan sebesar 50%. Tanyakan juga siapa nama pelayannya, karena untuk mengecek progress pemesanan barang, lebih cepat dan mudah jika tahu pelayan yang memproses pesanan kita.
  5. Pembayaran bisa menggunakan debit Mandiri.
  6. Harga pas gak bisa ditawar tapi cukup kompetitif. Gak lebih mahal dibanding Pasar Asemka. Contohnya, penjepit memo  kayu bentuk pengantin kartun. Tahun 2013 saya tanya di Asemka harga 4500. Kemarin di Alfiandra saya tanya harga segitu juga.
  7. Disediain kopi dan air mineral GRATIS. Kalo kopi bikin sendiri disediain air panas&gula.
  8. Tidak menyediakan jasa pengiriman (sayang banget!)

Setelah pilih, bayar ke Pak Haji, pemiliknya

Oh ya, selain souvenir, saya juga nemu korsase bunga yang bisa dipakai untuk tanda petugas/panitia. Di Toko Maju - Pasar Mayestik, harganya 7500/pc. Tebak di sini berapa? 2500 saja per pc! 

Saya beli banyak!


Korases Bentuk Mawar


Tampak Belakang
Dan menurut saya sih desainnya lebih elegan yang di sini karena hanya terdiri dari satu warna. Less is more. Teteeep yaa…

Semoga bermanfaat ya. Thanks for reading